TANI-PRESISI mengintegrasikan AI Vision, GIS Real-time, dan WhatsApp Automation untuk menghubungkan Petani, Babinsa TNI, dan Bhabinkamtibmas Polri dalam satu ekosistem ketahanan pangan digital.
Sistem komando terintegrasi yang memadukan kecerdasan buatan, pemetaan real-time, dan komunikasi instan WhatsApp.
Petani cukup foto tanaman via WhatsApp. Gemini Vision AI mendiagnosa penyakit dengan akurasi hingga 95% dan memberikan solusi obat & dosis secara otomatis.
Peta interaktif CartoDB Dark Matter menampilkan laporan darurat (merah berkedip), lahan siap panen, dan titik distribusi pupuk dalam satu layar komando.
Early Warning System aktif otomatis jika terdapat ≥3 laporan serangan hama di satu desa — langsung broadcast ke Bhabinkamtibmas & Babinsa setempat.
QR Code unik per distribusi + geolocation geotagging memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran. Cegah penyelewengan bantuan dengan validasi digital.
Data OpenWeatherMap terintegrasi untuk peringatan dini kekeringan, banjir, dan kondisi ekstrem yang berpotensi merusak tanaman pangan.
Enkripsi Argon2ID, CSRF Protection, PDO Prepared Statements, Role-based Access Control (7 level), dan audit trail lengkap sesuai standar keamanan siber Polri.
Alur kerja terintegrasi yang menghubungkan petani, aparat lapangan Bhabinkamtibmas/Babinsa, dan pimpinan secara langsung dalam satu ekosistem digital real-time.
Petani cukup mengirim foto/pesan suara via WhatsApp. Tanpa perlu install aplikasi tambahan, Bot otomatis merespons 24 jam.
Gemini Vision AI menganalisa foto, mengidentifikasi hama/penyakit, dan memberikan diagnosis + rekomendasi obat dalam hitungan detik.
Laporan tersimpan di database dengan koordinat GPS presisi. Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat langsung menerima notifikasi WA.
Jika terdeteksi ≥3 laporan serangan hama di satu desa, sistem otomatis broadcast alert darurat ke seluruh aparat wilayah.
Kapolda, Kapolres, hingga Kapolri memantau seluruh situasi ketahanan pangan secara live via GIS Command Center.
TANI-PRESISI dirancang sebagai platform kolaborasi lintas instansi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Aparat keamanan wilayah sebagai ujung tombak pengawasan dan distribusi bantuan di tingkat desa
Prajurit pembina wilayah yang berperan aktif dalam pendampingan dan koordinasi lapangan
Kebijakan, data komoditas, standar distribusi pupuk bersubsidi, dan program ketahanan pangan
Pengamanan stok pangan, harga referensi gabah, dan distribusi beras cadangan pemerintah